Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Gay Ngentot Istri dan Anus Ku Bergantian 2

  Aopok.com - Setelah tulisanku yang pertama di muat, aku menerima beberapa email yang masuk ke dalam inbox emailku. Dan kebanyakan dari mereka menyatakan kalau kisahku itu mirip dengan kehidupan mereka, cuma mungkin mereka tidak punya waktu atau kemampuan untuk menulisnya disini. Dan ada beberapa yang juga menyatakan keinginan mereka untuk mengenalku lebih jauh dan berharap bisa menjadi pangeranku seperti yang aku inginkan pada kisahku sebelumnya.


Dan aku berterima kasih untuk semua email yang telah dikirimkan untukku dan tentunya semua sudah menerima balasan dariku. Aku berharap kita bisa bertahan dalam menjalin pertemanan yang baru kita lakukan dan untuk masalah “pangeran,” aku rasa itu adalah sesuatu yang butuh waktu. Jadi Kita jalankan saja hidup ini mengikuti waktu yang terus berjalan dan lihat apa yang akan terjadi nantinya.

Berbicara mengenai cerita-cerita dalam situs ini, kadang aku merasa iri dan cemburu, membayangkan begitu mudahnya seseorang itu menemukan pasangan gay-nya, bukan untuk masalah pasangan untuk making-love tetapi lebih kepada masalah menemukan teman hidup. Aku iri sekali saat membaca kalau ada seseorang yang sudah menemukan pacarnya, hidup bersama dalam arti bukan serumah, tetapi dalam menjalankan hidup ini berdua, ada yang perhatian, ada teman untuk aktivitas dan teman untuk berbagi disaat senang atau saat duka melanda.

Aku sudah ingin sekali memiliki hubungan itu, menemukan seseorang yang aku sayangi dan menyayangi aku, tapi entah kapan akan kutemukan. Selama ini tentunya aku lebih banyak merasakan cinta “bertepuk sebelah tangan”, menyukai seseorang, tapi dia tidak menyukai diriku. Entah apa yang salah dengan diriku.

Mungkin di karenakan aku juga terlalu berhati-hati dalam memilih pasangan dan terlalu banyak dalam memilih. Enggak tahu kenapa, aku lebih banyak mengikuti feelingku saat melakukan sesuatu. Tapi terkadang aku merasa benar dalam mengikuti feelingku itu. Seperti pengalamanku dengan seorang pria, dia aku kenal dari sebuah chat room dan dia juga tinggal di kota yang sama denganku. Setelah chat beberapa saat, dia meminta nomer handphoneku dan sepeerti biasa, aku memintanya untuk memberikan nomernya duluan kepadaku, baru aku akan mengirimkan SMS kepadanya, aku tidak mau tertipu. Yah akhirnya kami telah sama sama memberikan nomer masing masing. Dan perkenalan kami tetap berlangsung lewat SMS ataupun telepon. Dia meneleponku duluan dan kemudian setelah beberapa hari, kami memutuskan untuk bertemu. Yah aku bersedia karena dari suaranya aku merasa dia cukup baik, cukup care dan suaranya juga manly banget, nggak ada nada sissy atau keriting.



Kemudian pada hari yang di tentukan, kami bertemu di suatu tempat. Pada pandangan pertama, aku sudah merasa tidak suka dengan dirinya, entah mengapa. Wajahnya cukup oke, cuman gue rasa tidak menyukai penampilannya dan aku rasakan ada sesuatu yang membuatku tidak merasa nyaman dengan orang ini setelah bertemunya. Tapi aku tidak begitu saja meninggalkannya, aku masih berdamai dengan diriku, mencoba mengikuti komitmen yang telah kuperbuat dalam diriku sendiri yaitu, JANGAN MELIHAT ORANG DARI PENAMPILAN LUARNYA, TETAPI LIHAT APA YANG ADA DIDALAMNYA. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Gay Ngentot Istri dan Anus Ku Bergantian 1

  Aopok.com - Menjadi seorang gay, bukanlah kemauan setiap orang. Seperti diriku ini, aku juga tidak mengharapkan kalau aku di lahirkan untuk menjadi seorang gay, seorang lelaki yang menyukai sejenisnya, bukan menyukai lawan jenisnya. Kalau ada pertanyaan mengapa seseorang itu bisa menjadi gay, aku tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Banyak hal yang bisa membentuk seseorang menjadi gay, tapi aku tidak ingin membahas hal ini karena banyak sekali kemungkinan yang bisa menjadi dasarnya.


Kalau di tanya mengapa aku menjadi seorang gay? Aku juga tidak bisa memberikan jawaban yang pasti, kemungkinannya ada beberapa hal, bisa saja karena sejak lahir aku telah mempunyai kelainan genetik atau mungkin karena pengaruh keluargaku.

Sejak kecil, aku lebih banyak mendapatkan perhatian dari ibuku dibanding ayahku. Hal ini bisa di karenakan ayahku sudah cukup berumur saat aku di lahirkan dan hal lainnya aku juga bukanlah anak yang pertama ataupun kedua tetapi anak yang kesekian. Dan di usia ayahku itu, mungkin dia udah lelah untuk memanjakan anaknya. Jadi singkatnya, aku lebih banyak merasakan perhatian dari ibuku dan kakak-kakak perempuanku dan hasilnya aku bersikap jadi kewanita-wanitaan.

Sewaktu kecil, aku lebih senang bermain boneka di banding mobil-mobilan, di sekolah aku lebih banyak bergaul dengan teman-teman perempuan dan mungkin juga gayaku saat itu juga rada kemayu sehingga tak pelak lagi, sebutan banci atau bencong melekat padaku.

Sewaktu masa SD, SMP, aku mungkin tidak terlalu peduli akan sebutan itu, tetapi di masa SMU aku mulai gerah menerima sebutan itu, dan perlahan aku mulai mengubah sikapku dalam bergaul, mulai dari cara ngobrol, cara bersikap dan banyak hal lain. Tapi sebutan bencong itu tetap melekat dalam diriku hingga aku SMU, karena teman-temanku mengenalku sejak kecil. Dan setamat SMU, aku mulai kuliah di sebuah universitas di kotaku.



Dan aku merasa beruntung karena di kampusku itu, aku tidak bertemu lagi dengan teman-teman SMU-ku yang dulu, sehingga aku mulai bisa berubah sikap untuk menjadi seorang lelaki yang jantan, dan macho dan tidak ada lagi yang menyebutku dengan sebutan “banci”.

Tetapi satu hal yang tidak bisa ku ubah dari diriku, yaitu rasa menyukai sesama jenis. Hal ini sudah kurasakan sejak aku masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat itu aku sudah mulai suka sekali untuk melihat yang namanya penis dan aku beruntung mendapatkan teman sekolah yang bisa memuaskan keinginanku saat itu. Dari temanku itu, aku merayunya hingga mereka membiarkan diriku untuk boleh memegang penisnya bila mereka bermain di rumahku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Jimy Joget dengan Istri Ku Tanpa CD dan BH 2

  Topoin.com - Sementara ia mandi, kusiapkan gunting, krim bercukur dan pisau cukur yang tajam yang kubeli semalam serta sebuah kamera. Semuanya kusembunyikan di bawah majalah.

Tidak lama kemudian, ia sudah selesai mandi dan keramas, kemudian ia kuajak ngobrol-ngobrol sampai rambutnya kering dan kemudian kukatakan padanya, “Karena kamu dulu melakukan perbuatan yang sangat berlebihan dan tidak senonoh padaku, maka hari ini kamu akan kuhukum. Jangan khawatir aku tidak akan menghukum secara fisik.”
Kulihat wajahnya sedikit tegang, lalu kuteruskan, “Kamu harus menerima hukuman dengan bentuk yang lain.” Wajahnya semakin tegang dan memucat.


“Kamu harus bersedia kehilangan rambut di kepalamu dan juga jembutmu (pubic hair), kalo kamu tidak mau, terpaksa aku..” sengaja kuputus kata-kataku.
Sahut Jimmy, “Maksud Mas rambutku ini harus dipotong pendek dan jembutku harus dicukur..?”
Dengan mantap kujawab, “Ya. Rambutmu itu akan kupotong habis, bukan hanya dipotong pendek.”
“Jangan Mas..” pinta Jimmy, “Setiap dua minggu sekali aku creambath dan aku belum pernah potong pendek, apalagi plontos. Dari dulu temen-temenku senang dengan gaya rambutku, mereka bilang aku sangat cocok dengan gaya itu dan mirip Jimmy lin, saya pun berhati-hati untuk sekedar merapikan rambut saya ini di salon, apalagi potong plontos, please jangan lalukan itu Mas, bagaimana wajahku nanti..?” katanya sambil memegang rambutnya.

Kemudian Jimmy diam beberapa saat, lalu dengan sedikit keras kukatakan, “Itu resiko perbuatanmu, atau..”
Sebelum kulanjutkan kalimatku, tidak lama kemudian ia mengangguk dengan lemah. Segera kuminta ia duduk dan melepaskan pakaiannya. Lalu ia kufoto dengan berbagai posisi dengan rambutnya yang tersisir rapih. Ia agak keberatan ketika kufoto, namun begitu kuingatkan janjinya, ia dengan enggan bersedia. Setelah itu, kusisir rambutnya, kupegang, kurasakan betapa bagusnya rambutnya, sangat terawat, lalu kuusap dan kubelai, kucium rambutnya, harum. Tanganku sibuk menari-nari di rambutnya yang agak lemas dan hitam serta tebal itu. Sungguh pintar ia merawat rambutnya. Merangsang libidoku. Seketika itu juga burungku mulai agak menegang. Aku memang benar-benar hair fethish namun hanya pada orang yang tampan dan imut-imut saja.

Segera kuambil sisir, lalu kuambil sebagian rambutnya di sebelah sisi kiri dan dengan kujepit di jari tanganku yang kupepetkan ke kulit kepalanya dan kupermainkan rambutnya lalu kress, rambut Jimmy mulai kugunting dan jatuh ke lantai. Terlihat jelas kulit kepalanya yang putih bersih dan aku semakin terangsang. Kemudian kuambil bagian rambutnya di dekat bagian yang telah kugunting tadi, dan kress, lalu kuambil guntingan rambut itu dan kutaruh di pangkuannya. Ia memandanginya dan wajahnya kelihatan sekali kalau sedih. selanjutnya kress, kress dan kress. Kini bagian samping kiri rambutnya dari belahan rambut (dia menyisir rambutnya dengan belahan kiri ke kanan) ke bawah sudah pendek sekali, mungkin sekitar dua centi meter saja dan kulit kepalanya makin terlihat jelas. Lalu kuambil foto dan segera kujepret moment itu. Kulihat di cermin wajah Jimmy memerah.

Hal yang sama kulakukan pada sisi kanan, namun tidak dengan kujepit di tangan, tapi langsung dengan sisir, kupepetkan sisir itu di kulit kepala dan segera bunyi kress kembali terdengar. Guntingan ini lebih pendek dan mungkin hanya tinggal setengah centi meter saja panjang rambut yang tersisa. Ia memandangiku di cermin, seolah-olah berharap aku tidak akan melanjutkannya.



Setelah selesai bagian samping kanan, lalu kembali kujepret. Lalu bagian demi bagian kugunting sampai rambut bagian belakangnya habis, kini hanya bagian atas dan bagian mahkota. Kali ini kujepret lagi Jimmy dari posisi depan, samping kanan dan samping kiri, wajahnya terlihat sedih namun tetap tampan dengan rambut sependek itu. Setelah selesai memotret Jimmy, aku ambil sisir dan kuangkat rambut Jimmy bagian mahkota, kumainkan lagi rambutnya, kurasakan rambutnya yang tidak agak lemas itu. Setelah itu kutarik sedikit sampai kulit kepalanya terangkat sedikit dan kress, kupotong rambut itu sampai nyaris mengenai ke kulit kepalanya. Botak segera terlihat di kepala Jimmy dan Jimmy sedikit terhenyak, matanyanya memerah. Kuambil lagi kameraku dan kujepret. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Jimy Joget dengan Istri Ku Tanpa CD dan BH 1

  Aopok.com - Kisah yang akan saya ceritakan ini adalah nyata, para pelakunya tidak saya ganti namanya, hanya lokasinya perlu saya samarkan. Kisah ini terjadi pada tahun 2024, sudah cukup lama memang, namun detil kejadiannya masih melekat kuat dalam ingatan.

Ketika itu, bulan Agustus 2024, hari Jumat, aku sedang santai di kamar kostku di lantai dua, lantai satu untuk tuan rumah, tiduran sambil mendengarkan musik. Aku hanya bertiga dengan teman kostku, seorang bernama Danar.


Ia bekerja sebagai roomboy di hotel X, di kota Yogyakarta ini. Ia jarang berada di kost, tergantung sift-nya, kadang malam, kadang siang hari, sehingga saya juga tidak setiap hari bersosialisi dengannya. Satu lagi temanku bernama Budi, seorang aktivis mahasiswa, anggota senat dan seabrek organisasi lainnya. Sedangkan aku sendiri masih kuliah sambil bekerja sebagai guru atau bisa dibilang tentor bahasa asing di sebuah lembaga bahasa di Yogyakarta dan tentor fisika di sebuah bimbingan belajat di kota Yogya pula. Karena kondisi yang seperti ini, kami jarang bisa kumpul-kumpul bersama, namun aku senang, sebab memang aku tidak terlalu suka dengan situasi yang hingar bingar.

Kembali ke ceritaku, sedang enak-enaknya bersantai, maklum aku hanya off pada hari Jumat saja, tiba-tiba bel pintu rumah ditekan berkali-kali.
Setelah lebih dari lima kali, aku pun keluar sambil menggerutu, “Siapa sih..? Jam segini (kira-kira pukul 15:00) bertamu, seperti kurang kerjaan saja..”
Segera aku turun dan kubuka pintu ruang tamu. Dua orang berdiri di muka pintu, seorang pemuda dan seorang remaja.
Yang remaja, mungkin umurnya sekitar 17 tahun, dengan bahasa yang sopan, ia berkata, “Maaf Mas, mengganggu. Saya akan kost disini, beberapa hari yang lalu saya sudah ketemu Ibu kost dan sudah tercapai deal, jadi hari ini saya akan mulai menempati rumah kost ini.”
“Oh ya, cuma masalahnya ibu sedang pergi.” kataku, “Dan saya tidak tahu kunci kamar yang masih ada, jadi tunggu sebentar, ya..”



Sambil berkata demikian, kuajak tamu itu masuk ke ruang tamu.
Kemudian ia memperkenalkan diri, “Saya Edi, dan ini kakak saya Johan, kami berasal dari Sidoarjo, Jawa timur, lalu nama Mas siapa..?”
“Saya Ferry.” kataku singkat, sambil kuamati cowok di depanku ini, bentuk mukanya oval, wajahnya tampan sekali, tidak sedikit pun jerawat ada pada wajahnya, matanya sedikit sipit, mungkin keturunan Cina, bibirnya tipis hampir tanpa kumis, hidungnya mancung dan rambutnya tersisir dari kiri ke kanan dengan rapih, hitam dan lurus. Belahan rambutnya hanya kelihatan tipis menunjukkan tebalnya rambut Edi. Modelnya seperti potongan rambut mandarin, namun tidak sekaku itu, lebih halus. Sebuah perpaduan yang sempurma antara wajah manis dan rambut yang bagus yang makin, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Pesta Sex Lesbi dan Tukar Lobang 6

 Iklans.com - Dildo yang basah kuyup oleh cairan vagina Bu Retno itu disumpalkannya ke mulutku. Kudapatkan sensasi birahi yang bukan main hebatnya. Kujilati dildo bekas nonok Bu Retno. Cairan birahi yang masih menempel pada batang itu kutelan habis membasahi tenggorokanku. Kemudian oleh Surti, dildo itu dimasukkannya lagi ke nonokku. Dia pompakan ke dalamnya menggantikan kocokan jari-jariku. Kemudian nafsuku mendorongku untuk meraih nonok Bu Retno. Aku menyedot seluruh cairan birahinya. Yang meleleh keluar dan jatuh ke seprei sutra ranjang, kusedot hingga bersih. Dan dengan sensasi birahi yang melandaku dengan hebat, keinginan kencingku kembali mendesak untuk tumpah keluar. Aku menggelinjang mengangkat pantatku menjemput dildo di tangan Surti. Dan di saat yang paling puncak, kutarik wajah Surti. Aku minta ‘imbalan’ yang sama atas apa yang telah kuberikan padanya.

“Surtii, ludahi mulutku, ayyoo Surtii..”

Ternyata bukan hanya Surti, melainkan Bu Retno juga langsung merunduk ke wajahku. Gumpalan-gumpalan liurnya yang terkumpul di bibirnya diludahkannya ke mulutku, bergantian dengan ludah Surti yang juga terus menghujaniku. Aku merasa sangat tersanjung. Sepertinya mereka berdua memanjakanku. Mereka berdua melayaniku untuk meraih kepuasan nafsu birahiku. Dan akibatnya rasa kencingku serasa meledak, tumpah ruah. Kulihat Bu Retno dan Surti berebut untuk mengisap nonokku. Suara-suara geraman mereka seperti serigala-serigala yang berebut makanan. Serigala-sergala betina yang kelaparan. Dan kini, aku sendiri telah mengalami “metamorphose”, telah berubah menjadi salah satu kawanan mereka.

Beberapa saat kemudian kami terlena di kamar tidur Bu Retno yang ber-AC dingin itu. Kami baru terbangun saat pelayan Bu Retno memberi tahu bahwa makan siang sudah terhidang di ruang makan. Kami sepakat untuk mandi sebentar, merapikan pakaian dan bersama-sama turun. Jam telah menunjukkan pukul 12.20 siang. Di meja makan, Bu Retno mengingatkan beberapa “point” materi yang perlu disampaikan dalam pertemuan bersama ibu-ibu pada pukul 4 sore nanti. Semua point itu menjadi catatan Surti selaku sekretaris boss, untuk menjadi perhatiannya. Dan aku ternyata tidak perlu melakukan apa-apa, karena semua masalah sudah dapat diselesaikan oleh pengurus yang lain.

Setelah selesai makan siang, Bu Retno mengisyaratkan pada pelayan yang juga merangkap sebagai kepala rumah tangganya agar tidak menerima telepon sampai dengan pukul 3 sore nanti. Pesannya, kami bertiga harus segera menyelesaikan tugas-tugas penting di kamar Bu Retno. Ah, ternyata belum juga kenyang makan siang para serigala betina ini. Sebelum beranjak kembali ke kamar beliau, Bu Retno memberikanku minuman sehat dalam kemasan botol seperti minuman sehat yang banyak beredar itu.

“Jeng, ini buatan Amerika, minumlah. Aku secara rutin minum ini untuk menjaga staminaku. Aku juga sudah memberikannya pada Surti. Kalau Jeng Marini suka, nanti akan selalu kusediakan buat Jeng”.

“Tapi jangan kaget Jeng, kalau nanti sehabis minum ini Jeng Marini merasa ngantuk sekali. Tetapi itu hanya sebentar. Sesudah itu Jeng Marini akan segar kembali, bahkan akan merasa sangat bergairah”.

“Dan Jeng, nanti Jeng Marini akan pipis banyak sekali. Itu berarti ginjal Jeng berfungsi dengan baik, mencuci segala kotoran untuk dibuang menjadi air seni yang banyak itu”.

Aku percaya saja dengan perkataan Bu Retno. Kuterima pemberian Bu Retno. Kuamati sebentar kemasannya sebelum kuminum habis hingga tetes terakhir. Bu Retno secara konsisten dan konsekuen tetap sedemikian memperhatikanku sebagaimana yang telah terjadi selama ini. Hal-hal yang telah terjadi pada hari ini sama sekali tak mempengaruhinya. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Pesta Sex Lesbi dan Tukar Pasangan 5

 Tradingan.com - Bu Retno nampak sangat binal. Dia berjongkok dengan sedikit mendongak menghadap celana dalam yang membungkus kemaluan Surti. Kemudian kulihat Bu Retno tampak seperti anak sapi yang menyusu puting induknya. Pasti hidungnya sedang berusaha menghirup sebanyak-banyaknya aromaa celana dalam tersebut. Terdengar desahan dan rintihan dari mulut-mulut mereka. Tangan Surti mengelus rambut Bu Retno. Mereka sedemikian asyiknya, seakan aku tidak hadir di ruangan itu. Adegan yang sekarang kulihat ini merupakan peristiwa pertama bagiku, dimana ada 2 perempuan bercumbu langsung di depan mataku. Aku ingin tahu, bagaimana kelanjutannya nanti. Dan merupakan hal yang sangat erotis bagiku untuk melihat dan mendengar desahan dan rintihan mereka dalam mengarungi lautan nikmat yang sedang melanda mereka saat ini.

Setelah cukup puas, Bu Retno bangkit dan kembali menciumi leher dan melumat mulut Surti. Kemudian pelan-pelan mereka bergeser ke ranjang. Kemudian aku menepi. Saat tiba di tepi ranjang, Surti menjatuhkan diri telentang di ranjang. Dia nampak bersikap pasif untuk melayani Bu Retno selaku dominatornya. Kulihat bagaimana binalnya Bu Retno merangsek selangkangan Surti. Seperti halnya serigala yang lapar, mulut sang putri ayu yang ningrat itu menggeram-geram karena khawatir makanannya di rebut serigala lain. Dan Surti sendiri dengan cepat meraih bantal dan tepian ranjang untuk diremasnya dalam upaya menahan nikmat yang melandanya.

Aku semakin tidak tahan mendengar desahan dan rintihan pilu tapi sekaligus erotis mereka. Kedengarannya mereka sedang tersiksa dan penuh derita. Aku jadi tergoda untuk mendekati Surti. Kuperhatikan wajahnya membalik ke arah “back drop” tempat tidur sambil menyeringai mengeluarkan rintihannya. Lehernya yang jenjang itu, nampak bersih mulus mengundang bibirku. Aku menelan air liurku. Buah dadanya yang bulat, besar dan sangat ranum tergoncang-goncang karena geliat blingsatannya dalam menahan kegatalan nonoknya dalam lumatan Bu Retno. Kulihat tangan Bu Retno menyingkap pinggiran celana dalam Surti dan lidahnya menjilati bibir vagina dan klitorisnya. Begitu nikmat nampaknya. Dan aku sangat merinding melihat ulah Bu Retno ini.

Aku mulai terseret dalam arus gelora birahi mereka. Aku kembali melihat wajah Surti yang tengadah dengan bibirnya yang terus mengeluarkan desahan dan rintihan. Dengan melihat bibir yang menggairahkannya itu, aku terdorong untuk mendekatkan wajahku. Dan kuputuskan untuk ikut ‘nimbrung’ dengan mereka. Kujemput bibirnya dan segera kulumat.

Surti langsung menerimanya dan merespons lumatanku dengan penuh kehausan. Mungkin dia memang telah menunggunya dari tadi. Aku kini ikut mengerang. Tanganku bertemu dengan tangan Bu Retno yang sama-sama meremas buah dada Surti. Jari-jariku, juga jari-jari Bu Retno memainkan puting-puting payudara Surti.

Kini ada 3 perempuan yang sama-sama mengayuh nafsu birahi di ranjang Bu Retno.

“Ludahi aku Mbak Mar.., ludahi aku.., tolong Mbak Mar.., aku hauss.., tolong..”, Surti meracau kehausan birahi.

Bibirku bergeser melumat lehernya yang jenjang itu. Kepalanya yang masih mendongak ke “back drop” ranjang membuatnya lehernya yang jenjang demikian terbuka. Bibir dan lidahku menyisir seluruh lekukan dan lipatan-lipatan leher indah itu. Harum leher Surti yang alami dengan semburat parfumnya terus terbawa hingga tidurku selama ini. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Pesta Sex Lesbi dan Tukar Pasangan 4

 Topoin.com - Aku baru tersadar saat kudengar pula suara desahan halus. Aku membuka mataku. Aku melihat dari dekat. Aku melihat wajah Bu Retno dengan sangat jelas. Ternyata Bu Retno telah sepenuhnya memelukku dan mencium serta melumat bibirku.

“Jeng Marinii.., oohh Jeeng.., Jeng Marinii, kamu cantik sekali.., saya sangat merindukanmu Jeeng.., saya selalu merindukan Jeng Marinii”.

Aku kini baru sadar sepenuhnya. Rupanya kungkungan serigala-serigala lapar dari kantor suamiku tak kunjung habis-habisnya. Dan kini aku berada di pangkuan serigala betina tua yang sangat kelaparan. Yang mampu memainkan peranannya dengan sedemikian hebat hingga aku terjatuh di pangkuannya sebagaimana yang sedang berlangsung saat ini. Dan tiba-tiba aku kembali merasakan getaran libidoku yang tak mampu kutahan.

Aku sangat menikmati lumatan bibir Bu Retno yang sangat lembut ini. Bu Retno, dekaplah aku lebih erat lagi. Aku juga selalu mengagumimu selama ini. Aku selalu terpesona akan kecantikan dan kelembutanmu. Dengan penuh kesadaran, kini tanganku meraih kepala Bu Retno dan menekan lebih lekat bibirnya ke bibirku. Aku membalas lumatannya dengan penuh birahi. Dan bermenit-menit kemudian kami saling melumat dan mendesah-desah. Tak ada lagi air mata. Tak ada lagi rasa malu, kekhawatiran dan ketakutan. Kini yang ada adalah dua anak manusia berjenis kelamin perempuan yang sedang bersama-sama mengayuh kenikmatan birahi sesaat untuk mendapatkan kepuasan biologis seksualitasnya.

“Bu Retno, aku juga selalu mengimpikan saat-saat seperti ini bersama Ibu. Aku selalu memendam birahi pada Bu Retno yang selalu tampil cantik, Bu”.

Bu Retno tidak menjawabnya dalam kata-kata. Tangannya langsung menyusup ke blusku, meremas payudaraku dan memainkan jari-jarinya pada putingku. Aku menggelinjang menerima kenikmatan darinya. Aku cenderung menyerahkan diriku sepenuhnya untuk memenuhi kehausan birahi Bu Retno.

“Jeng, ampuunn nikmatnya Jeng Marinii.., oohh..”, Racau Bu Retno sambil tangannya seakan dikejar setan mulai melucuti seluruh blusku.

Dan secepatnya pula dibenamkannya wajahnya ke dadaku. Bibir dan lidahnya menyedot dan menjilati payudaraku beserta putingnya yang kemudian juga merambah terus hingga ke lembah ketiakku.

“Jeng Marini, kamu cantik sekali.., aku rasanya bersedia jadi budakmu Jeng Marini.., biarkan aku memandikan Jeng Marini dengan lidahku. Aku akan sangat menikmati keringat-keringatmu Jeng. Ooohh..”.

“Aku bersedia menceboki nonok dan pantat Jeng Marini setiap hari selesai membuang beban pagimu, sayang..”.

Begitulah Bu Retno meracau tak karuan sambil terus menjilati putingku. Tangan kanannya bergerilya ke pahaku. Dielusnya pahaku dengan penuh kegemasan. Kemudian berpindah ke selangkanganku. Dicari-carinya celana dalamku. Dielusnya celana dalamku yang lembab oleh keringat. Dia gosokan tangannya seakan hendak memindahkan lembab celana dalamku ke tangannya itu. Kemudian dia cari tepiannya. Dia susupkan jari-jarinya agar menjangkau kemaluanku. Aku tergetar dengan hebat saat jari-jarinya menyentuh bibir vaginaku. Aku mendesah. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Novel Pesta Sex Lesbi dan Tukar Pasangan 3

 Iklans.com - Dan kini kubalikkan tubuhnya. Dia telah tengkurap. Aku merangkaki punggungnya. Kujilati kuduknya hingga dia menjerit kecil. Kujilati punggung dan kedua belikatnya. Dia mengaduh. Kemudian kujilati pinggulnya hingga dengan liarnya dia menggelinjang. Dan saat kujilati bukit bokongnya serta kumasukkan lidahku ke belahan bokongnya, dia tak mampu lagi menahan diri. Dia ingin agar aku menjilatinya lebih dalam lagi. Dengan kepalanya yang masih bertumpu pada bantal, dia mengangkat pantatnya tinggi-tinggi hingga seluruh pantatnya terbenam ke wajahku.

“Mbak Marinii.., jilati iniku Mbaakk.., jilati pantatku Mbakk.., jilati lubangnya Mbakk.., ayoo Mbakk.., jilati Mbakk.., aku mohon mbaakk”.

Ah, Surti nampak sangat menderita. Sangat tersiksa. Dia merintih. Dia memohon padaku untuk menjilati pantatnya. Menjilati lubang duburnya, seperti saat dia menjilati lubang duburku tadi. Rupanya dia juga memintaku untuk melakukan hal yang sama sebagaimana dia telah melakukannya padaku. Aku segera memahaminya. Dan bagiku, hal itu adalah bentuk kepasrahan Surti yang dipercayakannya padaku. Surti ingin membagi kenikmatan birahi bersamaku. Aku tenggelam dalam deritanya, dalam siksanya, dalam rintihnya. Aku larut dalam permohonannya. Aku terseret dalam alun birahinya.

Kujilati dubur Surti hingga birahiku langsung melonjak. Sambil kujilati pantatnya, tanganku meraih nonoknya dan kuelus, sambil jari-jariku menusuk lubang vaginanya. Rupanya kombinasi kenikmatan yang kulimpahkan padanya membuat Surti benar-benar tak mampu bertahan. Dengan serta merta dia berbalik bangkit, kemudian tangannya meraih dildo yang berkepala dua.

“Ayoo Mbak. Mbak masukin ke nonok Mbak. Aku yang di sebelah sini”.

Maksudnya adalah agar aku bersama dengannya menggunakan dildo untuk saling bermasturbasi. Aku belum berfikir panjang saat dia langsung memeluk, melumatku dan dengan tangannya langsung memasukkan dildo itu ke memeknya. Dan berikutnya dia mendekatkan batang dildo yang sama ke memekku dari ujung yang lain. Ah, biarlah aku mencobanya.

Kemudian seperti layaknya pasangan jantan dan betina, dia mulai memompa. Dia melakukan gerakan memompa dengan dildo berkepala dua itu. Dan efeknya padaku sungguh mempesona. Aku serasa mendapatkan pelukan yang demikian cantik dan lembut, sekaligus mendapatkan rasa kontol yang besar dan panjang. Aku ikut mengayun. Kegatalan vaginaku tak lagi mampu kubendung. Aku ingin pipis yang teramat sangat. Nafasku memburu. Nafas Surti juga memburu. Pompa dan ayunan kami semakin cepat. Akhirnya, aku dan Surti meraih orgasme bersamaan. Kami mengeluarkan air mata karena nikmat tak terkira ini. Kami masih saling berpelukan dan melumat hingga cairan-cairan kami betul-betul tuntas mengalir keluar. Selera dan nafsu biseksku semakin subur sejak bertemu Indri, tetanggaku yang istri pelaut itu. Dan aku sungguh merasakan kebahagiaan pada saat bertemu Surti ini. Aku tidak sendiri. Aku ingin memenuhi harapan Indri. Suatu saat nanti, aku akan berkumpul bertiga untuk bersama-sama mengarungi kenikmatan ini.

Akhirnya, seperti kebiasaan rutin di kantornya, Surti pulang tepat pada pukul 5 sore dari rumahku. Kami memiliki banyak rencana untuk mengarungi kenikmatan bersama di hari-hari nanti. Seharian bersama Surti ini sangat menggairahkan dan merupakan kenangan indah yang tak akan pernah kulupakan. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Pesta Sex Lesbi dan Tukar Pasangan 2

 Tradingan.com - Aku mulai dapat merasa akan timbulnya “pipis enak”. Dari dalam vaginaku, keinginan kencing ini mendesak-desak keluar. Kutarik kepala Surti yang masih terus menggeluti bibirku. Kudorongnya ke bawah, ke memekku. Aku ingin agar Surti memainkan jari-jarinya dalam kemaluanku di barengi dengan ciuman dan jilatannya pada bibir vaginaku. Surti cepat memahami. Tanpa melepaskan jari-jarinya dari lubang vaginaku, Surti melepas bibirnya dari bibirku untuk kemudian meluncur ke dada, perut, ke pusar ke jembut dan akhirnya menuju vaginaku.

Dengan meluruskan badannya agar berada di antara pahaku, dan dengan jari-jarinya yang terus menari-nari merangsang G spot-ku, Surti mendaratkan bibirnya ke vaginaku. Dia menciumi, menyedot dan menjilat-jilat bagian atas vaginaku.

Rasa ingin kencingku akhirnya meledak. Aku mendapatkan orgasme dari perilaku Surti yang sangat obsessive dan liar itu. Banyak sekali cairan birahi yang tumpah dari dalam vaginaku dan mengalir keluar. Untuk melampiaskan emosi birahiku, kutangkap kepala Surti, kuremas-remas rambutnya hingga dandanan rambutnya berantakan. Surti menjadi semakin liar saat menyedot cairan birahiku. Kepalanya digeleng-gelengkan dan ditekan-tekannya ke selangkanganku. Sedemikian bernafsunya bibirnya menyambut cairan kemaluanku. Seperti orang makan buah semangka yang merah ranum hingga kudengar mulut Surti mengeluarkan bunyi. Mulutnya yang indah menjilati dan meminum semua cairan birahiku yang meleleh keluar. Agar dapat lebih banyak menyedot cairan lendir itu, lidahnya menyeruak mengorek seluruh isi liang vaginaku.

Setelah orgasme, aku merasa lemas sekali. Seakan otot-ototku dilolosi dari tubuhku. Aku lunglai. Sebaliknya dengan Surti, yang dengan meminum semua cairan birahi dari lubang vaginaku, nafsunya bahkan semakin memuncak. Dia membiarkanku lunglai di ranjang, tetapi dia sendiri tidak menghentikan serangan nafsunya pada tubuhku. Ciuman dan lidahnya merambati seluruh permukaan pahaku. Dia tinggalkan cupang-cupang sedotannya pada pahaku. Sedotan-sedotannya terasa pedih pada kulitku, hingga terkadang kuangkat kepalanya dan menariknya untuk melepaskan bibirnya yang terasa seperti vacuum cleaner yang menancap di pahaku. Kemudian tanpa ayal dibalikkannya tubuhku agar tengkurap.

Dia benamkan mukanya ke celah bokongku. Dia cium habis-habisan bokongku. Dia masukkan lidahnya ke celah belahan pantatku. Dia berusaha menjilati duburku hingga aku sangat kegelian. Rasa lunglaiku jadi hilang. Birahiku pelan-pelan kembali timbul. Dia angkat pantatku hingga aku tertungging. Dengan posisi itu, di hadapan Surti kini telah terpampang pantatku dengan analnya yang menguak terbuka. Kubayangkan lubang pantatku yang kuncup dilingkari garis-garis lembut kemerahan menuju titik pusat lubang duburku. Tak ayal lagi hidung, bibir dan lidah Surti langsung merangsek pantatku untuk meraih kenikmatan. Aku bergetar dan merinding. Nafsu Surti menjadi sangat binal. Dia mendesah dan mendengus-dengus seperti anjing yang rakus saat menghadapi makanannya hingga tidak mau ada anjing lain yang mendekat karena khawatir akan merebut makanannya itu. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Pesta Sex Lesbi dan Tukar Pasangan 1

 Aopok.com - Kisah perselingkuhanku kali ini adalah hubungan antara sesama wanita yang akan melengkapi peristiwa perselingkuhan sebelumnya dengan teman-teman Mas Adit suamiku yang telah kuceritakan dalam sequel “The Clan”, kemudian dengan Pak Anggoro yang merupakan boss Mas Adit yang juga telah kuceritakan dalam sequel “The Elder”, melalui situs cerita Rumahseks ini. Dengan demikian maka rentetan cerita yang berkesinambungan hingga sequel seri cerita terakhir yang berjudul The Bitches ini, bisa disebut sebagai “Trilogi Serigala Lapar”, selamat membaca..!

*****

Dua hari lagi Mas Adit pulang. Pagi itu aku sedang menyirami bunga saat Surti, sekretaris Pak Anggoro meneleponku. Dia berkata bahwa dia sedang berbelanja di Carrefour dan dia ingin mampir ke rumahku pulangnya nanti, dan dia menawarkan sekedar oleh-oleh untukku. Hubungan telepon yang singkat dari Surti tadi ternyata mengawali lengkapnya perselingkuhan seksualku selama ditinggal Mas Adit bertugas ke Kalimantan.

Surti sering berhubungan dalam urusan pekerjaan dengan Mas Adit. Aku cukup dekat mengenalnya karena beberapa kali dia ke rumahku karena ada urusan dengan Mas Adit. Dia biasa memanggilku dengan “Mbak Marini” atau “Mbak Mar”. Orangnya sangat anggun, cantik, sensual, ramah, jangkung dan atletis dengan tinggi hampir 180 cm, oleh karenanya dia termasuk yang terpilih sebagai pemain bola volley di kotanya, Salatiga, Jawa Tengah.

Surti berusia sekitar 28 tahunan, hampir sama dengan usiaku. Tetapi untuk gadis secantik itu, sampai sekarang dia belum juga menikah. Bahkan menurutnya pacar pun dia tidak punya. Hobbynya mirip hobby lelaki. Naik gunung, terjun payung, arung jeram, menyelam di laut dan lain sebagainya. Aku selalu merasa senang jika berada di dekatnya. Dia senang berseloroh denganku. Dan biasanya dia juga suka memegang-megang bagian tubuhku, baik itu buah dada, bokongku dan lain-lainnya. Dia selalu memuji kecantikanku. Dia bertanya tentang bagaimana caraku merawat muka, buah dada maupun kelangsinganku. Sedangkan dia sendiri sebenarnya sudah sedemikian cantik, langsing, pantatnya seksi dan indah. Ah, mungkinkah dia hanya tertarik dengan wanita? Aku tidak ingin berfikir negatif.

Akhirnya dia datang. Kulihat mobil Surti diparkir di halaman rumah. Dia turun dengan kantong plastik besar dari Carrefour. Buah dadanya yang besar nampak berayun saat dia menggerakkan tubuhnya atau saat sedang berjalan.

Pahanya yang nampak kokoh sintal membayang dari celananya yang berbahan sifon lembut yang ketat. Dengan memakai blus kembang-kembang warna ceria, Surti tampil layaknya seorang artis bintang sinetron yang sedang naik daun. Berkesan “smart”, seksi dan sekaligus sangat sensual.

Kujemput dia. Selintas parfumnya menerpa hidungku. Dia berikan oleh-oleh untukku. Ada buah-buahan, daging sirloin kesukaanku, makanan kecil dan sebagainya. Dia berkata bahwa di kantor sedang suntuk. Banyak urusan yang tidak selesai-selesai. Dia ingin membolos dulu. Dia hanya telepon ke kantornya bahwa ia sedang terkena infuenza dan akan ke dokter.

Setelah kubuatkan minuman untuknya, kami duduk mengobrol di ruang tamu. Tiba-tiba ekspresinya nampak serius.

“Mbak Marini, udah 3 hari ini temen-temen deket Pak Adit membicarakan Mbak lho. Mereka bilang telah tidur sama Mbak di villanya Pak Anggoro di Bogor. Tadinya aku pikir pasti fitnah. Tetapi hari Sabtu kemarin, ketika tanpa sengaja aku mendengar telepon Pak Anggoro ke Mbak, kemudian karena sifatku yang ingin tahu, aku mengintip Pak Anggoro ke Dome untuk menemui Mbak, dan berikutnya aku mengintip Mbak Mar bersama Pak Anggoro memasuki President Suite di Grand Hyatt, maka aku jadi berpikir kalau ternyata bener juga kata temen-temen kantor itu”. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Dewasa Dapat Teman Lesbi dari Chatting

 Iklans.com - Hai, namaku Bunga (samaran), umur 21 tahun, aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja. Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama jenis dan aku menyadarinya semenjak SMP kelas 3. Dan aku mulai bereksperimen dengan dunia lesbianku semenjak kelas 1 SMA. Ini adalah sepenggal kisah pengalaman pribadiku yang benar-benar terjadi. Semua nama orang dan tempat dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu. Dengan nick name **** (edited), aku iseng menjelajahi dunia cyber. Akhirnya kutemukan chat room/channel yang cocok denganku yaitu #lesbi, #lesbian, #lesbians, #lezbo, dan masih banyak lagi, bahkan aku sempat menjadi salah satu OP di sebuah channel lesbian. Aku pun mulai berkenalan dengan beberapa orang yang kebanyakan dari luar negeri dan yang dari negeri sendiri. 

Bisa di katakan 50% orang yang online di channel tersebut adalah laki-laki, hal itu yang membuatku menjadi agak jengkel, mereka semua penipu. Sampai akhirnya aku berkenalan dengan seorang wanita.

(***-devil) Hii.. boleh kenal nggak yah?

(****_girl) Boleh.. boleh.. asl-nya donk.

(***-devil) Aku 30 f jkt.. kamu?

(****_girl) Gue 20 f Jogja city.. hi hi hi, eh udah agak tua hihihihi.

(***-devil) Yee.. emang nggak boleh, eh real name dong biar enak manggilnya.

(****_girl) Gue Bunga.

(***-devil) Met kenal Bunga.. kenalkan aku.. Lina.

Obrolan kami pun terus berlangsung, mulai dari hal-hal yang ringan hingga hal-hal yang berbau seks. Hampir setiap hari kami bertemu di channel, kami pun mulai bertukar alamat, nomor telepon, dan foto beserta biodata melalui e-mail maupun langsung saat online di channel. Mbak Lina adalah wanita karier yang termasuk dalam golongan yuppies (young urban profesional), dia belum berkeluarga dan hidup sendiri di tengah kerasnya kehidupan ibukota. Hingga pada suatu hari telepon di kosku berdering.

“Halo.. bisa bicara dengan Dik Bunga?”

Aku pun menjawab, “Ya, saya sendiri.. mm ini dari siapa yah?”

“Ini aku Dik.. Mbak Lina!”

Aku tersentak, ya ampun suaranya begitu halus dan lembut, suaranya mampu menggetarkan hatiku.

“Ya ampun Mbak Lina.. bikin kaget saja, gimana kabarnya Mbak?”

“Baik-baik aja, eh Mbak bisa minta tolong nggak?”

“Ada apa Mbak?”

“Mbak sekarang ada di Jogja nih.. bisa nggak kamu jemput Mbak di stasiun, sekalian nyari hotel buat Mbak bisa nggak?”

“Oh my god.. kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”

“OK.. makasih yah.”

Dengan segera sore itu juga aku menjemputnya di stasiun, tak lupa kubawa fotonya agar aku lebih mudah mengenali dirinya. Sesampainya di stasiun, aku langsung bisa mengenalinya, wanita anggun dengan setelan blazer khas wanita karier. Aku pun menyapanya, “Mbak Lina..!” Dia pun berpaling kepadaku, dan tampaknya dia terperanjat, “Ya ampun.. Bunga.. kamu nampak jauh lebih cantik dibandingkan photomu.” katanya, sembari tanpa malu-malu mengecup pipiku. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia